Meningkatkan Self-esteem Anak

Tadi pagi ukasyahku bangun tergesa-gesa sambil nangis panggil ummi, ummi...

Aku kaget takut dia mimisan lagi, bergegas aku mendekatinya.

Dia bilang, " Dedek pipis disini (sambil nunjuk kasur)" sambil nangis seperti ada rasa kecewa dan penyesalan.

"Gak papa dek, cuma sedikit kok. Yuk ke kamar mandi". Jawabku menenangkannya.

Masih dengan tangisnya yang lirih dia turun dari kasur dan menuju kamar mandi.

Iya, dia memang kadang-kadang masih suka ngompol kalau malam harinya banyak minum. Tapi lebih sering tidak ngompolnya. Di hari-hari biasa malam hari dia suka bangun in ummi ngajak pipis di kamar mandi.

Di lain waktu, setelah pipis di kamar mandi, Ukasyah bilang, "Mi, dedek pipis dii kamar mandi tuh ga di lantai, dedek pinter ya mih?", dengan senyum nya yang mengembang

"Oh ya pinter ya anaknya ummi ga ngompol". Jawabku.


Dari situ aku berfikir, sejatinya anak-anak itu fitrahnya ingin bisa seperti yang ORANG TUA HARAPKAN.

Dari sini hikmahy apa, kita orang tua harus menjaga apa yang kita katakan ke anak-anak

Jangan sampai memberikan labelling yang bisa menjatuhkan harga diri anak.

"Lah kok ngompol, yah gimana sih dedek gak pinter nih"

Misal kalimat itu bener-bener menghancurkan hati anak.

Berikan kata-kata yang positif yang meningkat kan self esteem seorang anak. Karena bagi anak-anak, orang tau adalah 'the whole new world' nya mereka.

Mereka tidak peduli orang lain di luar sana. Ketika orang tua bisa menerima dirinya apa adanya, mendukungnya, menunjukkan rasa kasihnya, maka dia akan lebih bahagia dan percaya diri.

Ketika anak-anak bahagia dan percaya dirinya tinggi, mereka akan lebih bisa mengembangkan potensi-potensi kebaikan di usia golden age nya.

Kata para ahli parenting, orang tua sebaiknya sering mengucapkan kalimat ini,

"Betapa bersyukurnya ibu memiliki anak seperti mu nak.  Anaknya ibu yang... (sebutkan kebaikan dan kelebihan nya)... "

Maka anak-anak akan merasa berharga. Anak yang merasa berharga bagi orang lain akan lebih mudah menghargai orang lain dan bersikap positif.

Semangat ya Moms.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Mengatasi Subling Rivalry (Sharing Pengalaman)

Menempel Bunga Di Kertas Puzzle Membentuk Pola

THE BROKEN KITE (Indonesian-English Translation)