Tips Mengatasi Subling Rivalry (Sharing Pengalaman)




Rebutan buku

Ceritaku Mengurangi Drama Berantem Maryam-Ukasyah.

"Yah namanya juga anak-anak, ya wajarlah berantem"

mungkin kita sering denger ucapan kayag gitu ya Moms.
Ada benernya sih, tapi ga dibiarkan begitu saja kan?

Berantemnya anak-anak itu ada sebabnya loh Moms.
Pernah mengamati ga  tentunya beda-beda tiap anak, bener ga?


Kalo Maryam dan Ukasyah, salah satu faktor yang membuat cepet bosen, yang berujung bad mood, lalu pada berantem adalah karena mereka hanya main di dalem rumah. Kebetulan depan rumah kami persis adalah jalan raya jadi memang ada waktu-waktu khusus saya ngajak mereka main out door, tidak bebas setiap waktu.


Begini beberapa hal yang saya lakukan untuk mengurangi subling rivalry diantara Maryam (3,5 tahun) dan ukasyah (2,5 tahun)
  •        Ciptakan kegiatan seru di dalam rumah..
Menurut saya ada  tipe orang tua yang kalo ngasuh itu, dibiarkan hanya mengawasi dan ada yang tipe kedua adalah kita sebagai  pengendali mereka, jadi tidak hanya mengawasi. Nah kalo aku adalah tipe yang ke dua. Kenapa ? karena qadarullah rumah kami belum banyak tetangga, otomatis tidak banyak anak kecil dari tetangga maupun saudara yang main bareng anak-anak setiap hari.

2.       
  • Ciptakan suasana positive. 
Tentunya ini tantangan buat semua bunda gimana caranya biar kita berusaha menjaga agar  "tetep waras" dan in a good mood ya Mom. Banyak kok cara menciptakan suasana yang positive ini. Diantaranya: bercanda dan tertawa dengan anak-anak, membicarakan hal-hal yang bagi mereka menyenangkan, dll. 

  • Sounding dan Memuji Kebaikan anak.
“Kak, kakak adalah anak yang baik, seorang kakak yang penyayang  ke adik, kakak suka membantu dedek, suka berbagi makanan sama dedek. Kakak baik banget yah? Ummi sayang banget sama kakak. Besok mainnya yang lebih baik lagi ya Kak, sama dedek, ga usah bicara kasar, ga usah rebutan mainan, kan mainannya kakak banyak.”
Itu kalimat yang saya ucapkan ke Maryam sebelum tidur. Efeknya luar biasa loh Moms. Si anak jadi tambah percaya diri dan merasa diterima orang tuanya. 

Karena sejatinya orang  tua adalah "the whole world" nya si anak. Seperti apa perlakuan dan sikap orang tua terhadap anak makan akan sangat ngefek ke perkembangan pribadi anak. Apakah mere akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri ataukah sebaliknya.

Sekian dulu ya Moms. semoga bermanfaat :)
4.        



Comments

Popular posts from this blog

THE BROKEN KITE (Indonesian-English Translation)

Menempel Bunga Di Kertas Puzzle Membentuk Pola